Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label bee information new. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bee information new. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Oktober 2011

Resume KSI Pertemuan ke 5 dan 6

     Pada pertemuan ke 5 Bu Tyas menjelaskan tentang E-bisnis dan E-Commerce. pertama kita di jelaskan tentang apa itu E-bisnis dan apa itu E-commerce. E-commerce melibatkan lebih dari satu perusahaan, dapat diaplikasikan hampir di setiap jenis hubungan bisnis. E-commerce adalah usaha untuk penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet, televisi, atau jaringan komputer lainnya.
E-bisnis adalah penggunaan IT dan komputer yang dilakukan oleh organisasi, individu untuk menjalankan dan mengolah proses bisnis utama sehingga dapat memberikan keuntungan berupa keamanan, integrasi dan tingkat produktivitas. contoh dari e-bisnis adalah penyediaan berita dan distribusinya melalui media cetak dan juga internet. 
adapun perbedaan dari E-bisnis dan E-commerce adalah E-Commerce bagian dari E-Bisnis. Bagian yang satu adalah konsep yang sangat luas, sedang satunya hanya satu bagian kecil dari itu.
     Pada pertemuan ke 6 beliau menjelaskan tentang Sistem Pengambilan Keputusan (DSS).  bagian dari sistem informasi berbasis komputer yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Tahap-tahap sistem pengambilan keputusan adalah :

  • Definisi masalah
  • Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
  • pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
  • menentukan alternatif-alternatif solusi 
Tujuan sistem pengambilan keputusan adalah :
1. Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
2. Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
3. Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan

Rabu, 21 September 2011

Tugas Manajemen Umum

Analisis Peningkatan Jumlah Pelanggan di PT.PLN ( Persero ) Area Pelayanan Jaringan Malang.


pembangunan sumber daya manusia pada hakekatnya merupakan upaya penyempurnaan, pendayaan dan pembinaan ke seluruh unsur sistem pengelolaan sumber daya manusia. Sumber daya manusia diharapkan memiliki disiplin, kemampuan profesional, wawasan pembangunan dan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.


Adapun yang menjadi tujuan dari pengembangan terhadap sumber daya manusia itu sebagai berikut :
  1.  Diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas-tugas dan meningkatkan kemampuan secara berdaya guna dan berhasil.
  2. Meningkatkan mutu, ketrampilan serta memupuk kegairahan kerja.
  3. Diarahkan menuju terwujudnya komposisi sumber daya manusia dalam perusahaan, baik dalam jumlah atau mutu yang memadai, serasi dan harmonis.
Proses pengembangan sumber daya manusia adalah suatu kondisi yang harus ada dan terjadi di suatu perusahaan. Namun demikian dalam pelaksanaannya pengembangan sumber daya manusia ini perlu mempertimbangkan faktor internal dan faktor eksternalnya.

Faktor-faktor internalnya adalah :
  1. Misi dan tujuan perusahaan
  2. Strategi mencapai tujuan perusahaan
  3. Sifat dan jenis kegiatan
  4. Jenis teknologi yang digunakan
Sedangkan faktor-faktor eksternalnya adalah :
  1. Kebijaksanaan Pemerintah
  2. Sosial-Budaya Masyarakat
  3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi . Dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup dan mengembangkan perusahaan inilah, maka menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan untuk membina karyawannya agar dapat memperbaiki kualitas dan meningkatkan prestasi karyawan. Secara tidak langsung maka perusahaan akan memberikan kesempatan pada karyawannya untuk mengembangkan kompotensinya. karyawan yang terlatih sangat dibutuhkan oleh perusahaan yaitu karyawan yang trampil,mandiri,profesional,disiplin serta menghargai waktu.
 Dewasa ini sektor jasa mulai memegang peranan penting dalam perekonomian dunia,di banyak negara hampir 70% dari total angkatan kerjanya menekuni sektor ini. Salah satunya adalah sektor kelistrikan. Agara jumlah pelanggan meningkat, maka diperlukan suatu pengelolaan yang baik dan teliti terhadap sumber daya manusia. Faktor yang cukup dominan berpengaruh adalah lingkungan kerja. Dengan fasilitas dan lingkungan kerja yang nyaman maka karyawan akan lebih bersemangat dalam bekerja sehingga akan meningkatkan pula kualitas karyawan itu sendiri. Faktor-faktor lain yang juga berpengaruh bagi karyawan untuk meningkatakan jumlah pelanggan adalah gaji, tingkat pelatihan dan masa kerja.

Salah satu instrumen dalam pengembangan sumber daya manusia adalah melalui pelatihan ini tujuan yang hendak dicapai pada dasarnya adalah peningkatan kemampuan dan kemauan. Kesamaan pola pikir yang dinamis dan bernalar agar memiliki wawasan yang komprehensif, memantapkan semangat, pengabdian, meningkatkan keahlian serta membentuk sedini mungkin kepribadian karyawan. Dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup dan mengembangkan organisasi inilah , maka menjadi suatu kewajiban bagi suatu perusahaan untuk membina karyawannya dalam segi keahlian sehingga dapat memperbaiki kualitas dan meningkatkan prestasi karyawan. Melalui pembinaan tersebut maka organisasi secara tidak langsung akan memberikan kesempatan pada karyawannya untuk mengembangkan kompetensinya, sehingga karyawan yang terlatih akan sesuai dengan kebutuhan organisasi yaitu karyawan yang mandiri, terampil, profesional, disiplin serta menghargai waktu.

Sektor kelistrikan seperti halnya sektor-sektor jasa yang lain, dituntut untuk dapat meningkatkan pelayanan kerja yang baik dimata masyarakat dalam menjalankan operasionalnya. Oleh karena itu penelitian ini akan meneliti peranan PT. PLN (Persero) APJ Malang dalam meningkatkan jumlah pelanggan.

Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui peranan perusahaan dalam meningkatkan jumlah pelanggan. Karena diharapkan akan mendorong karyawan agar mempunyai etos dan semangat kerja yang tinggi sehingga mampu meningkatkan kualitas kerjanya.

Peningkatan kualitas karyawan secara langsung akan berpengaruh pada kemajuan dan keberhasilan perusahaan. Tetapi seperti halnya perusahaan PT. PLN (Persero) APJ Malang menghadapi masalah dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini pelaksanaan program peningkatan kinerja karyawan kurang optimal.